WELCOME 2 MY BLOG

WELCOME 2 MY BLOG JANGAN LUPA FOLLOW n COMMENT ya..

Rabu, 21 November 2012

Sekilas tentang Folder Lock

pada kali ini saya akan coba membahas tentang aplikasi pengamanan/ security data dan file yang bernama Folder Lock.


Sebelum membahas lebih jauh, kita harus mengetahui apa itu sebenarnya folder lock. Folder Lock adalah perangkat lunak untuk keamanan file dan mampu bekerja dengan sangat cepat. Folder Lock dapat mengunci, menyembunyikan atau mengenkripsi sejumlah file, folder, gambar dan dokumen dalam hitungan detik. Folder Lock sangat cepat, handal, portabel dan nyaman. Folder Lock adalah perangkat lunak komputer dengan password dan kunci untuk melindungi file dan folder pribadi Anda.
Folder Lock membuat file undeletable, tersembunyi dan sangat aman, menyembunyikan file dari anak-anak, teman dan rekan kerja, melindungi file dari virus, trojan, worm dan spyware, melindungi file dari komputer jaringan, pengguna kabel dan hacker.
File pada USB Flash Drives, Memory Sticks, CD-RW, disket dan notebook juga dapat dilindungi menggunakakan Folder Lock. Perlindungan bekerja bahkan jika file yang diambil dari satu PC ke lainnya pada removable disk, tanpa perlu menginstal software apapun.
Anda opsional dapat mengunci atau mengenkripsi file & folder. Folder Lock bahkan dapat mengunci PC Anda. Terkunci file pada tingkat kernel, Windows Explorer dan bahkan Mode DOS.

Setelah kita mengetahui gambaran dasar tentang folder lock, berikutnya akan kita bahas fitur-fitur apa saja yang ada dalam folder lock :
1.     Mampu Memproteksi dan menyembunyikan File dan Folder dengan teknik kuncian yang sangat sulit untuk dibongkar, sehingga File dan Folder yang diproteksi tidak bisa diakses (inacessible), tidak bisa dilihat (unseen), tidak bisa dihapus (undelete), tidak bisa dipindahkan (unmovable), tidak bisa dimodifikasi (unmodifiable), dan tidak bisa dicopy (uncopy)
2. Memiliki Dua Pilihan Teknik Proteksi (Kuncian):
a. Total Protection: Lock / Scramble / Encrypt File dan Folder di dalam Folder “Locker”
b. Simple Protection: Lock File dan Folder di sembarang lokasi hardisk, di luar folder “Locker” tanpa menggunakan algoritma enkripsi.
3. Menggunakan algoritma enkripsi yang sangat kuat, yakni AES 256 Bit dalam pengenkripsian File dan Folder,
4. Menggabungkan kekuatan Algoritma AES 256 Bit dengan Proteksi pada tingkat Kernel Level dan Trik Partisi Drive,
5. Dalam pemilihan Password, juga diperkenankan penggunaan special characters dan spasi,
6. Fitur Penguncian PC secara otomatis. Bila terjadi kesalahan pengisian LogIn Password lebih dari 3x, secara otomatis Folder Lock akan mengunci PC
Setelah kita mengetahui fitur-fitur folder lock yang notabene juga merupakan good design dari aplikasi tersebut, maka berikutnya adalah bad design dari aplikasi ini :
Sebaik-baiknya suatu aplikasi kemanan maka pasti tetap ada celah untuk menembusnya, sisi inilah yang merupakan bad design dari folder lock dan untuk setiap aplikasi keamanan/ security komputer khususnya yang menggunakan lisensi atau tidak open source, maka akan ditemukan beberapa celah yang sangat vital.
Kalau di Jasakom sempat disinggung kelemahan Folder Lock ada di Master keynya.
Baca : http://www.jasakom.com/index.php?categoryid=28&p2_articleid=578
Kemudian di TopengDigital juga disinggung kelemahan registry lain yang sama sekali tidak terkait dengan Master key.
Baca : http://topengdigital.blogsome.com/2007/06/13/mereset-password-folder-lock-575/
Saya pribadi saat ini hendak menyoroti kelemahan program ini dari sisi penyandian passwordnya.
Menyambung tutorial dari Mas Aris dari Topeng Digital,
menurut saya password Folder Lock memang disimpan di registry windows tepatnya di :
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\QualityControl
_pack = "ini password tersandikan"
Password ini tidak saja mudah direset atau dihapus tetapi sebenarnya juga bisa dibaca atau didekrip dengan cukup mudah.

Cara mendekripnya seperti ini :
Buka registry yang saya maksudkan di atas.
Anggap saja isinya seperti ini : _pack = espxttbqfwpm~~~~
Pertama-tama : Abaikan tanda uler keket ~~~~ karena lambang itu tidak dibaca oleh file konfigurasinya.
Kemudian balik isi password yang terbaca di registry : espxttbqfwpm kalo dibalik akan menjadi
mpwfqbtt ...dan seterusnya.

Langkah selanjutnya mundurkan semua karakter masing-masing sebanyak satu karakter.
m diundurkan satu karakter menjadi l karena l letaknya satu karakter sebelum m
p diundurkan menjadi o
w menjadi v dan seterusnya
Sampai akhirnya terbacalah password aslinya yaitu :lovepassword.
Mudah sekali bukan membaca password FolderLock.
Jangan terlalu mudah percaya dengan penampilan luar sobat, mau enkripsi model apapun 256 bit atau berbit-bit kalau file konfigurasinya tidak terjaga dengan baik, tentu saja malah membahayakan karena cuma memberikan rasa keamanan semu.


Selasa, 20 November 2012

Sekilas tentang Java Aplet

Pengertian Java Applet
Java applet adalah sebuah program kecil yang ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, yang diakses melalui halaman Web dan dapat di-download ke dalam mesin klien yang kemudian menjalankannya di dalam jendela penjelajah web. Java applet dapat secara dinamis menambahkan beberapa fungsi kepada halaman-halaman Web yang bersifat statis. Akan tetapi, untuk menjalankannya sebuah komputer harus memiliki program penjelajah web yang dapat menjalankan Java, seperti Microsoft Internet Explorer 4.0 ke atas, Netscape Navigator, Mozilla Firefox, dan Opera.

Ketika sebuah Java applet dibuat, semua pernyataan Java yang terkandung di dalam kode sumbernya akan dikompilasi menjadi Java bytecode, yakni sebuah bahasa mesin semu (virtual engine/machine language) yang dibentuk oleh Java. Berkas yang berisi Java bytecode ini akan disimpan sebagai sebuah berkas kelas Java (Java class file) di dalam sebuah Web server, seperti halnya Apache HTTP Server atau Microsoft Internet Information Services (IIS). Sebuah halaman Web yang hendak menggunakan applet tersebut harus menggunakan tag ... di dalam kode sumber-nya. Ketika sebuah penjelajah Web milik klien melakukan request kepada halaman Web tersebut dan menemukan bahwa di dalamnya terdapat tag ..., bytecode di dalam Java class file akan dieksekusi oleh mesin semu di dalam jendela penjelajah Web, yang dapat berupa Microsoft Java Virtual Machine atau Java Runtime Engine dari Sun Microsystems.


Perkembangan Java Applet
Java Applet pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995, bersamaan dengan munculnya versi pertama dari bahasa Java. Java Applet biasa ditulis dalam bahasa Java namun dapat pula ditulis menggunakan bahasa yang lain namun dicompile menjadi Java bytecode seperti Jython.
Sesuai dengan perkembangan bahasa Java, maka package-package Java yang support Applet juga semakin banyak, pada awalnya package Java yang biasa digunakan untuk membuat Applet adalah package Applet, namun hingga saat ini terus bertambah yaitu package AWT dan package Swing.


Kelebihan serta kelemahan Applet

Java Applet memiliki kelebihan sebagai berikut:
·                     Cukup mudah dibuat dan dijalankan pada Linux, Mac OS dan OS lainnya karena Java Applet bersifat cross platform
·                     Satu jenis Applet mampu berjalan pada semua versi Java pada waktu yang bersamaan, namun bila membutuhkan plug in JRE yang baru maka harus menunggu download tersebut hingga selesai.
·                     Applet berjalan dalam sandbox, sehingga user tidak perlu mengkonfirmasi kode Applet, Applet bisa berjalan tanpa security approval.
·                     Applet di support oleh sebagian besar browser
·                     Waktu loading Applet cukup singkat
·                     Semakin sering digunakan, waktu eksekusinya semakin cepat: setelah Applet pertama dijalankan, JVM telah dimulai dan berjalan, sebuah keuntungan untuk pengguna Java
·                     Applet dapat dibuat menjadi aplikasi yang real-time
·                     Applet memindahkan perkerjaan dari server menuju klien, membuat aplikasi web menjadi lebih simple dengan lebih banyak user/klien

Java Applet memiliki kelemahan sebagai berikut:
·                     Java memerlukan JVM, yang belum tentu disediakan oleh semua web browser
·                     Applet baru bisa dijalankan ketika JVM telah berjalan, dan ini mungkin membutuhkan waktu yang cukup signifikan.
·                     Lebih sulit merancang dan membangun User Interface yang bagus dengan Applet daripada menggunakan HTML.
·                     Bila security approval-nya gagal – Applet tidak memiliki akses pada sistem yang dimiliki oleh klien.
·                     Beberapa organisasi hanya mengijinkan software di-instalasi oleh administrator. Sehingga banyak user tidak bisa melihat Applet secara default.

Sekilas mengenai IEEE 802.3


IEEE 802.3 adalah sebuah kumpulan standar IEEE yang mendefinisikan lapisan fisik dan sublapisan media access control dari lapisan data-link dari standar Ethernet berkabel. IEEE 802.3 mayoritas merupakan teknologi Local Area Network (LAN), tapi beberapa di antaranya adalah teknologi Wide Area Network (WAN).
IEEE 802.3 juga merupakan sebuah teknologi yang mendukung arsitektur jaringan IEEE 802.1.

DIX Etthernet dan IEEE 802.3
Spesifikasi Ethernet yang asli (yang disebut sebagai "Experimental Ethernet") dikembangkan oleh Robert Metcalfe pada tahun 1972 dan dipatenkan pada tahun 1978 dan dibuat berbasiskan bagian dari protokol nirkabel ALOHAnet. Memang, Experimental Ethernet sudah tidak digunakan lagi saat ini, tapi dapat dianggap sebagai protokol Ethernet oleh sebagian kalangan. Ethernet yang dikenal sekarang yang digunakan di luar Xerox adalah DIX Ethernet. Tetapi, karena DIX Ethernet juga dikembangkan dari Experimental Ethernet, dan semakin banyak standar yang juga dikembangkan berbasiskan teknologi DIX Ethernet, komunitas teknis telah menganggap bahwa semuanya adalah Ethernet. Karenanya, penggunaan istilah Ethernet juga dapat digunakan untuk menyebutkan semua jaringan yang menggunakan fungsi dan media yang telah distandarisasi sebagai berikut:

Tahun/tanggal
Keterangan
Experimental Ethernet
Protokol Ethernet yang pertama, yang mampu mentransmisikan data melalui kabel koaksial dan topologi bus dengan kecepatan 2,94 megabit per detik.
Ethernet II (DIX 2.0)
Protokol Ethernet hasil pengembangan selanjutnya, yang mampu mentransmisikan data melalui kabel koaksial tipis (thinnet), dengan kecepatan 10 megabit per detik. Pada standar ini juga diperkenalkan field EtherType. Format frame ini juga yang digunakan oleh protokol-protokol di dalam protokol Internet (TCP/IP).
IEEE 802.3
Protokol Ethernet standar 10BASE5 yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 Megabit per detik melalui kabel koaksial tebal (thicknet). Protokol ini sama seperti halnya DIX, kecuali pada field EtherType diganti oleh Length, dan sebuah header IEEE 802.2 yang menyertai header IEEE 802.3. Lebih jelasnya lihat di bagian bawah.
IEEE 802.3a
1985
Protokol Ethernet standar 10BASE2 yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 Megabit per detik melalui kabel koaksial tipis (thinnet).
IEEE 802.3b
1985
10Broad36
IEEE 802.3c
1985
Spesifikasi repeater jaringan dengan kecepatan 10 megabit per detik.
IEEE 802.3d
1987
Fiber-Optic Inter-Repeater Link (FOIRL)
IEEE 802.3e
1987
10Base5 atau StarLAN
IEEE 802.3i
1990
Standar Ethernet 10BaseT, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 megabit per detik melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair).
IEEE 802.3j
1993
Standar Ethernet 10BaseF, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10 megabit per detik melalui kabel serat optik (Fiber-optic).
IEEE 802.3u
1995
Standar Fast Ethernet 100BaseTX, 100BaseT4, 100BaseFX, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 100 megabit per detik melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair) dan juga menawarkan fungsi autonegotiation.
IEEE 802.3x
1997
Full duplex dan flow control
IEEE 802.3y
1998
Standar Fast Ethernet 100BaseT2, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 100 megabit per detik melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair) kualitas rendah.
IEEE 802.3z
1998
Standar Gigabit Ethernet 1000Base-X, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 1000 megabit per detik (1 gigabit per detik) melalui kabel serat optik (fiber-optic).
IEEE 802.3-1998
1998
Revisi standar dasar yang menggabungkan semua amandemen dan ralat di atas.
IEEE 802.3ab
1999
Standar Gigabit Ethernet 1000BaseT, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 1000 megabit per detik (1 gigabit) melalui kabel tembaga yang dipilin (twisted pair).
IEEE 802.3ac
1998
Ukuran frame maksimum diperluas hingga 1522 byte (untuk mengizinkan "Q-tag"). Q-tag mencakup informasi Virtual Local Area Network (VLAN) IEEE 802.1Q dan informasi prioritas IEEE 802.1p.
IEEE 802.3ad
2000
Link aggregation untuk saluran-saluran paralel.
IEEE 802.3-2002
2002
Sebuah revisi yang menggabungkan tiga amandemen terakhir dan ralat.
IEEE 802.3ae
2003
Standar 10 Gigabit Ethernet 10GBase-SR,10GBase-LR, 10GBase-ER, 10GBase-SW, 10GBase-LW, dan 10GBase-EW yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10000 megabit per detik (10 gigabit).
IEEE 802.3af
2003
Power over Ethernet (PoE)
802.3ah
2004
Ethernet in the First Mile
IEEE 802.3ak
2004
Standar 10 Gigabit Ethernet 10GBase-CX4, yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan 10000 megabit per detik (10 gigabit) melalui kabel twin-axial.
IEEE 802.3-2005
2005
Revisi standar dasar yang menggabungkan empat amandemen dan ralat di atas.
Format Frame IEEE 802.3
IEEE 802.3 adalah sebuah format frame yang merupakan hasil penggabungan dari spesifikasi IEEE 802.2 dan IEEE 802.3, dan terdiri atas header dan trailer IEEE 802.3 dan sebuah header IEEE 802.2.

sumber : wikipedia